By | August 2, 2019
Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan

Di dalam kepercayaan masyarakat Hitungan Weton Jawa Untuk Pernikahan menentukan hari baik atau buruk ketika akan melaksanakan hajatan besar seperti Pesta akad nikah, khitanan, Pindah rumah, usaha dan lain sebagainya. Cara menghitung weton jawa terkadang juga sering dipakai untuk menentukan kecocokan Watak, Jodoh dan nasib kehidupan rumah tangga kedua calon pasangan penganten.

Pada intinya, Hitungan Weton Jawa berdasar dari Neptu hari Pasaran Jowo. Lantas apa sih neptu dan pasaran itu? Pasaran Jawa adalah nama pada 5 hari dalam 1 siklus. Ada 5 pasaran yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Dan Hari ada Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu. Sedangakan untuk istilah Neptu adalah jumlah angka dari penjumlahan suatu hari dan pasaran.

Di dalam Cara menghitung weton jawa, Neptu menjadi pertimbangan utama dalam menafsirkan watak dan nasib seseorang. Biasanya apabila hasil hitungan weton dari Hari dan Pasaran Jowo tidak bertemu yang cocok, maka untuk menimalisir kemungkinan buruk yang mungkin saja bisa terjadi, Maka dilakukan ruwatan atau memilih hari pernikahan khusus yang diyakini dapat menolak sial dikemudian hari.

 

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan

Pada pembahasan kali ini, hitungan weton jawa untuk pernikahan akan kami kupas lebih detail dan lengkap. Kecocokan Jodoh maupun keberuntungan pasangan bisa dihitung dari weton kelahiran kedua calon pengantin, disebabkan karna dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton mengandung watak dan nasib. Bagi sbagian wong jowo, mengetahui weton itu sangat penting sebab nantinya akan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan maupun peristiwa yg terjadi dalam kehidupannya.

Baca Juga » Buku Mimpi 2D

Sebelum Mengetahui Cara Menghitung Weton anda harus tahu terlebih dahulu mengetahui Neptu Hari Pasaran Jawa. Mari kita cermati Uraian dibawah berikut :

Neptu Menurut Hari Kelahiran

  • Minggu = 5
  • Senin = 4
  • Selasa = 3
  • Rabu = 7
  • Kamis = 8
  • Jumat = 6
  • Sabtu = 9

Neptu Menurut Pasaran Jawa

  • Wage = 4
  • Legi = 5
  • Pon = 7
  • Kliwon = 8
  • Pahing = 9

 

Cara menghitung weton dengan Penjumlahan neptu

    1. Tentukan Neptu hari kelahiran dan hari pasaran jawa dari kedua calon Penganten.
      Misalkan :
      calon pengantin wanita lahir di hari Kamis dengan hari pasaran Kliwon maka mempunyai weton Kamis Kliwon. Maka jumlah Neptu hari lahir Kamis=8 dan hari pasaran jawa Kliwon=8. Maka dari penjumlahan neptu tersebut diperoleh nilai 16.
      Sedangkan untuk calon pengantin Laki-Laki lahir di hari Senin dengan pasaran Pahing maka mempunyai weton Senin Pahing. Maka jumlah Neptu hari lahir Senin=4 dan hari pasaran jawa Pahing=9. Maka dari penjumlahan neptu tersebut diperoleh nilai 13.
    2. Jumlahkan neptu kedua calon Penganten
      Weton Kamis Kliwon = 16
      Weton Senin Pahing = 13
      Berarti jumlah weton Neptu = 29
    3. Selanjutnya lihat Tabel dibawah dari hasil penjumlahan tersebut :
      Berarti hasil Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan = 29 adalah TINARI.
1 » PEGAT 19 » JODOH
2 » RATU 20 » TOPO
3 » JODOH 21 » TINARI
4 » TOPO 22 » PADU
5 » TINARI 23 » SUJANAN
6 » PADU 24 » PESTHI
7 » SUJANAN 25 » PEGAT
8 » PESTHI 26 » RATU
9 » PEGAT 27 » JODOH
10 » RATU 28 » TOPO
11 » JODOH 29 » TINARI
12 » TOPO 30 » PADU
13 » TINARI 31 » SUJANAN
14 » PADU 32 » PESTHI
15 » SUJANAN 33 » PEGAT
16 » PESTHI 34 » RATU
17 » PEGAT 35 » JODOH
18 » RATU 36 » TOPO

 

Berikut penjelasan mengenai hasil penjumlahan Hitungan weton :

1. Pegat

Pegat atau pegatan » dalam bahasa indonesia mempunyai arti Cerai. Pasangan yang jatuh pada weton Pegat kemungkinan akan sering menghadapi masalah. Problematika rumah tangga itu bisa dari masalah selingkuh, ekonomi, kekuasaan yang bisa berujung pada perceraian.

2. Ratu

Ratu » sosok yang identik dengan tokoh terhormat/dihormati. Apabila hasil weton kedua calon pengantin jatuh pada Ratu, pasangan ini bisa dikatakan sudah cocok dan berjodoh. Kemungkinan besok rumah tangga mereka akan dihargai dan disegani baik oleh tetangga dan juga lingkungan sekitar. Bahkan, mungkinsaja ada beberapa orang sekitar yang iri dengan keharmonisan dan kerukunan mereka dalam membina rumah tangga.

3. Jodoh

Dari namanya saja sudah Jodoh. Maka pasangan ini memang sudah ditakdirkan untuk berjodoh. Pasangan tersebut dapat saling menerima segala kekurangan maupun kelebihan masing-masing. Kemungkinan besar Nasib rumah tangga akan dapat harmonis sampai Akhir hayat.

4. Topo

Topo dalam bahasa indosia bisa diartikan Semedi, Bertapa atau tirakat. Kemungkinan Pasangan tersebut akan sering mengalami kesusahan di awal-awal membina rumah tangga, Akan tetapi pada akhirnya akan berujung bahagia. Masalah rumah tangga dapat dari soal ekonomi, idaman lain dan sebagainya. Namun setelah mempunyai anak dan cukup lama membina rumah tangga, kehidupannya akan sukses serta bahagia.

5. Tinari

Apabila weton pasangan jatuh pada Tinari, Maka Pasangan tersebut kemungkinan besar akan mendapatkan kebahagiaan serta Kemudahan dalam mencari rezeki dan tidak akan hidup berkekurangan. Hidupnya juga akan selalu diliputi keberuntungan.

6. Padu

Padu dalam bahasa Indonesia mempunyai arti cekcok atau bertengkar. Rumah tangga pasangan tersebut akan sering mengalami pertikaian mulut atau pertengkaran. Meskipun sering terjadi pertengkaran, nasib rumah tangga ini tidak sampai bercerai. Bahkan Pertengkaran tersebut bisa berawal dari hal-hal yang bersifat sepele.

7. Sujanan

Sujanan kalo di artikan dalam bahasa indonesia adalah Cemburuan. Rumah tangga tersebut kemungkinan akan sering mengalami percekcokan dan masalah perselingkuhan. Entah dari sang suami maupun istri yang mulai membuat hubungan perselingkuhan.

8. Pesthi

Pesthi jika diartikan kedalam bahasa indonesia berarti Pasti/Kepastian. Pasangan yang jatuh pada weton Pesthi, kemungkinan Rumah tangganya akan berjalan dengan sangat harmonis, adem, rukun, ayem, tenteram dan sejahtera sampai akhir hayat. Meskipun ada berbagai masalah namun tidak akan bisa megganggu keharmonisan rumah tangga mereka.

 

Hitungan Weton Memilih Waktu Saat Ijab Kabul

Contoh dalam pernikahan yang berasal dari Solo, Endang Ontorini Udaya menikah dengan Sutrisno Sukro. Ayah dari mempelai perempuan Bpk. Samsuharya Udaya memilih saat ijab kabul yang unik, yaitu pada malam Ahad Legi (27 Mei 1973) jam 02.30 pagi dini hari.

Menurut ayahanda penganten wanita, Hal ini didasarkan saat hari kelahiran pengantin putri. Semua acara waktu berjalan baik, lancar dan selamat.

Hal ini bisa menjadi suatu pelajaran bagi kita semua : Andaikan Kita tidak memakai perhitungan Jawa dalam perkawinan, maka gunakan hari kelahiran untuk hal-hal yang penting dan sakral seperti pindah rumah dan lain-lain.

Dimana Hari yang membawa kelahirannya selamat, Maka demikian pulalah untuk hal lain-lain dalam hidupnya.

 

Bulan Baik Untuk MANTU Pesta Pernikahan dan IJAB Kabul Pengantin

Baik buruk bulan untuk Pesta Pernikahan:

  • Suro : Bertengkar dan menemui kerusakan (jangan dipakai)
  • Sapar : kekurangan, banyak hutang (boleh dipakai)
  • Mulud : lemah, mati salah seorang (jangan dipakai)
  • Bakdamulud : diomongkan jelek (bisa dipakai)
  • Bakdajumadilawal : sering kehilangan, banyak musuh (boleh dipakai)
  • Jumadilakhir : kaya akan mas dan perak (Baik)
  • Rejeb : banyak kawan selamat (Baik)
  • Ruwah : selamat (Baik)
  • puasa : banyak bencananya (jangan dipakai)
  • Syawal : sedikit rejekinya, banyak hutang (boleh dipakai)
  • Dulkaidah : kekurangan, sakit-sakitan, bertengkar dengan teman (jangan dipakai)
  • Besar : senang dan selamat (Baik)

 

Perhitungan Bulan TANPA ANGGARA KASIH

Hari anggara kasih adalah hari selasa kliwon dan dalam mitologi jawa disebut hari angker. Karena hari itu merupakan permulaan masa wuku. Berdasar adat Jawa malamnya (senin malam mengjelang selasa) anggara kasih orang bersemedi. Mengumpulkan kekuatan batin untuk kesaktian dan kejayaan. Dan Pada siang harinya (selasa kliwon) memelihara, empu mulai membikin keris dalam majemur wayang, membersihkan pusaka wesi aji, .

Bulan atau sasi anggoro kasih tidak digunakan untuk mati atau kematian, hajat-hajat lainnya dan apa saja yang diangggap sakral atau penting.
Berikut merupakan bulan-bulan tanpa anggara kasih :
1. dalam tahun Alib bulan 2 : Jumadil akhir dan Besar
2. dalam tahun ehe bulan 2 : Jumadil akhir
3. dalam tahun jimawal bulan 2 : Suro dan Rejeb
4. dalam tahun Je bulan 2 : Sapar
5. dalam tahun Dal bulan 2 : Sapar dan bulan puasa
6. dalam tahun Be bulan 2 : Maulud dan Syawal
7. dalam tahun wawu bulan 2 : Bakdo mulud dan syawal
8. dalam tahuin Jimakir bulan 2 : Jumadil awal dan Dulkaidah

 

Perhitungan Jawa SAAT TATAL

Perhitungan Saat tatal dibawah berikut ini untuk memilih waktu yang baik untuk mantu Pesta Pernikahan juga untuk pindah rumah, berpergian jauh atau memulai apa saja yang dianggap sakral dan penting.

Ketentuan saat itu jatuh pada pasaran (tidak pada harinya ) :

  • Pasaran Legi : mulai jam 06.00 nasehat.mulai jam 08.24 Rejeki : mulai jam 25.36 rejeki mulai dri jam 10 48 selamat, mulai jam 13.12 pangkalan atau (halangan) mulai jam 15.36 pacak wesi
  • Pasaran Pahing : mulai jam 06.00 rejeki, jam 08.24 selamat, jam 10.48 pangkalan, jam 13.12 pacak wesi, jam 15.36 nasehat.
  • Pasaran Pon : mulai jam 06.00 selamat, jam 08.24 pangkalan, jam 10.48 pacak wesi, jam 13.12 nasehat, jam 15.36 rejeki
  • Pasaran Wage mulai jam 06.00 pangkalan, jam 08.24 pacak wesi, jam 13.12 nasehat jam 15.36 selamat.
  • Pasaran Kliwon, mulai jam 06.00 pacak wesi, jam 08.24 nasehat, jam 10.48 rejeki, jam 13-12 selamat jam 13.36 pangkalan.

 

Cara menghitung weton dengan Metode sisa Neptu

Selain Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan diatas masih ada cara menghitung Weton dengan Metode Sisa Neptu. Berikut Uraian lengkapnya :

  • Tentukan Neptu hari kelahiran dan Neptu hari pasaran untuk kedua calon Penganten.
  • Jumlahkan kedua neptu calon Pengantin
  • Kemudian bagi jumlah neptu dengan angka 7. Sisanya dijadikan Referensi acuan dalam mencari primbon jodoh.

Mengambil contoh dari neptu di atas yaitu :
Weton Kamis Kliwon = 16
Weton Senin Pahing = 13
Berarti jumlah weton Neptu = 29

Selanjutnya jumlah weton dibagi 7.
Maka 29 : 7 = 4 sisa 1. Maka sisanya adalah 1.

Berikut penjelasan mengenai weton sisa neptu

  • Sisa 1 » Wasesa Segara
    Wasesa segara berarti mempunyai watak yang sabar, pemaaf, berbudi luhur, dan berwibawa.
  • Sisa 2 » Tunggak Semi
    Tunggak semi berarti rezeki dimudahkan dan dilancarkan.
  • Sisa 3 » Satriya Wibawa
    Satriya wibawa berarti memperoleh kemuliaan dan keluhuran yang tinggi.
  • Sisa 4 » Sumur Sinaba
    Sumur sinaba berarti banyak orang yang datang berguru dan meminta ilmu.
  • Sisa 5 » Satriya Wirang
    Satriya wirang berarti sering mendapatkan duka cita. Kesusahan , sering malu akibat tindakannya sendiri.
    Dalam kitab primbon jawa, untuk menolak balak hal tersebut bisa memotong ayam saat ikan Kabul.
  • Sisa 6 » Bumi Kepetak
    Bumikepetak berarti hatinya lapang, banyak mengalami cobaan dan rintangan hidup, serta pekerja keras.
    Biasanya untuk menolak hal tersebut dapat memendam/mengubur tanah saat akan ijab Kabul.
  • Sisa 7 » Lebu Ketiup Angin
    Lebu ketiup angin berarti sulit mencapai cita-cita, sering mendapatkan kesusahan, dan sering pindah rumah.

 

Itulah cara Hitungan weton jawa untuk pernikahan yang berdasar dari Buku Primbon Weton. Anda bisa menjadikan sebagai khasanah keilmuan, pengetahuan maupun wawasan mengenait apa itu neptu, Weton kelahiran maupun hari pasaran jawa.

Baca Juga » Erek Erek 3D

Namun perlu anda ingat bahwa semua ini merupakan hasil Ramalan dari perhitungan manusia semata. Kekuasaan semua mutlak berada pada kuasa Tuhan. Jodoh, Pati, Nasib dan takdir seseorang tidak ada semua berada pada Kekuasaan-NYA.

Content Protection by DMCA.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *